Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
Age VerificationThis content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Mengenal Destroy Dick December, Tantangan Masturbasi yang Berbahaya

Pixabay/derneuemann
Pixabay/derneuemann

Memasuki bulan Desember ada banyak sekali tantangan yang dilakukan netizen untuk menjadi orang yang lebih baik maupun sekadar untuk seru-seruan saja. Seperti halnya salah satu tantangan yang viral di dunia maya yaitu Destroy Dick December. Mau tahu seperti apa sebenarnya tantangan ini? Apakah berbahaya jika benar-benar dilakukan? 

1. Apa itu Destroy Dick December?

Unsplash/charlesdeluvio
Unsplash/charlesdeluvio

Destroy Dick December adalah tantangan yang mengharuskan laki-laki untuk bermasturbasi sebanyak tanggal yang dilalui di bulan Desember. Jadi misalnya tanggal 1 Desember kamu harus melakukan masturbasi sebanyak 1 kali, tanggal 2 Desember kamu melakukannya sebanyak 2 kali dan seterusnya hingga tanggal 31 Desember. Mengerikan, bukan? Tantangan yang juga sering disingkat DDD ini juga menjadi bahan gurauan netizen saat menanggapi berbagai meme tentang aktivitas kaum lelaki ini.

2. Diciptakan sebagai bentuk sindiran terhadap tantangan lain di bulan November

Pixabay/derneuemann
Pixabay/derneuemann

DDD ini tercipta sebagai bentuk sindiran sekaligus balas dendam bagi kaum lelaki terhadap tantangan di bulan November yang bernama No Nut November (NNN). NNN menantang kaum lelaki untuk gak bermasturbasi selama sebulan penuh dalam bulan November. Sebuah tantangan yang sebenarnya bagus untuk dilakukan bagi laki-laki.

Jadi DDD ini diciptakan sebagai bentuk balas dendan bagi laki-laki yang sudah melakukan NNN di bulan November untuk bermasturbasi sepuasnya di bulan Desember dengan tantangan DDD ini. Duh, ada-ada saja, ya?

3. Awalnya dibuat oleh pengguna Instagram

Instagram.com/rapper2k
Instagram.com/rapper2k

Tantangan ini bukan sebuah hal baru karena dipelopori oleh seorang pengguna Instagram dengan nama akun @rapper2k pada 11 November 2017 untuk menandingi tantangan NNN yang juga viral kala itu.

Postingan ini mendapat likes lebih dari 7.000 dan dikomentari lebih dari 500 komentar dan menjadi viral hingga saat ini. Setelah viral, @rapper2k pun memberikan aturan tantangan yang berupa melakukan masturbasi sesuai tanggal yang dilalui di bulan Desember.

4. Berbahaya jika benar-benar dilakukan

seks masturbasi onani coli
seks masturbasi onani coli

Tantangan ini tentu sangat berbahaya jika benar-benar dilakukan. Bayangkan jika kamu yang laki-laki melakukan masturbasi hingga berkali-kali dalam sehari tentu adalah hal yang tidak baik bagi tubuh, karena tubuh juga memproduksi cairan sperma dengan terbatas.

Terlalu sering masturbasi juga membuat diri kamu menjadi kurang produktif, setelah masturbasi kamu bisa lemas dan mengantuk. Bayangkan jika itu terlalu sering kamu lakukan, pasti akan sangat mengganggu aktivitasmu, bahkan mengganggu rasa percaya diri kamu.

5. Kasus pria yang meninggal akibat masturbasi

Masturbasi
Masturbasi

Banyak penelitian yang mengatakan bahwa masturbasi yang dilakukan secara proporsional justru baik bagi kesehatan laki-laki, seperti mencegah kanker prostat hingga membuat badan lebih rileks. Paling gak kamu boleh melakukan masturbasi cukup dua kali dalam seminggu saja karena jika berlebihan akan menyebabkan dampak buruk.

Beberapa kasus penah terjadi di dunia yang mengakibatkan korban meninggal karena bermasturbasi. Seperti yang dilansir dari harian Jerman, Bild, masturbasi sudah menyebabkan 100 orang Jerman meninggal setiap tahunnya. Bukan hanya karena terlalu sering melakukannya, namun juga akibat kekurangan oksigen dan melakukan eksperimen untuk merasakan sensasi yang lebih ekstrem saat melakukan kegiatan pemuas diri sendiri ini. 

Itulah seluk-beluk yang harus kamu tahu tentang tantangan Destroy Dick December yang sebaiknya tidak kamu lakukan untuk menjaga diri kamu tetap sehat dan produktif, ya. Kini kamu jadi lebih tahu tentang viralnya tantangan ini di internet sehingga kamu bisa lebih bijak menyikapinya.

Share
Topics
Editorial Team
Rijalu Ahimsa
EditorRijalu Ahimsa