Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Kiai NU di Bantul Dukung Kadernya Maju Jadi Calon Bupati

Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. IDN Times/Daruwaskita
Wakil Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. IDN Times/Daruwaskita

Bantul, IDN Times - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bantul dilarang untuk berpolitik praktis, namun sejumlah kiainya mendorong kader NU untuk maju sebagai calon Bupati.

"Memang ada kesepakatan tapi bukan NU-nya, melainkan para kiai dari NU yang punya satu komitmen untuk mendukung kadernya maju menjadi Bantul 1 (bupati), bukan untuk lainnya (wakil bupati)," kata Rais Syuriah PCNU Bantul, KH Damanhuri, Kamis (5/12).

1. 10 kiai NU di Bantul dukung kadernya jadi Cabub Bantul‎

Ilustrasi kiai NU. IDN Times/Feny Maulia Agustin
Ilustrasi kiai NU. IDN Times/Feny Maulia Agustin

Damanhuri menyebut 10 kiai NU yang memberikan dukungan kadernya maju menjadi calon bupati di antaranya dirinya sendiri sebagai Rais Syuriah PCNU Bantul, Mantan Rais Syuriah PCNU Bantul Abdul Kholik Syifa, Pemimpinan Ponpes An-Nur Ngrukem, Kiai Yasin Nawwawi dan Kiai Khudori.

"Kita ingin mendorong kader NU maju sebagai calon bupati karena saat ini NU solid mulai dari tingkat pusat hingga bawah," katanya.

2. Dengan kader NU yang maju maka jika terpilih bisa membawa aspirasi warga NU‎

Dengan majunya kader NU sebagai calon bupati, kata Damanhuri, maka kader tersebut bisa membawa aspirasi warga NU dan mau memperjuangkan NU. Kendati demikian, Damanhuri enggan menyebutkan nama kader NU yang didukung 10 kiai NU untuk maju sebagai calon bupati.

"Yang jelas kriterianya harus kader NU," ungkapnya.

3. Damanhuri tak menepis kader yang dimaksud adalah Abdul Halim Muslih‎

Wakil bupati Bantul. Abdul Halim Muslih (pakaian Korpri). IDN Times/Daruwaskita
Wakil bupati Bantul. Abdul Halim Muslih (pakaian Korpri). IDN Times/Daruwaskita

Sejumlah kandidat akan maju sebagai calon bupati Bantul antara lain Bupati Bantul petahana Suharsono, wakil bupati petahana Abdul Halim Muslih, Dewata Eka Putra seorang pengusaha, Joko Purnomo seorang politisi, serta Bambang Wisno Handoyo yang merupakan birokrat di Pemda DI Yogyakarta. Dari sejumlah nama tersebut, yang memiliki hubungan erat dengan NU adalah Abdul Halim Muslih yang juga ketua DPC PKB Bantul.

"Ya mungkin bisa saja kader NU itu Abdul Halim Muslih," kata Damanhuri.‎

Share
Topics
Editorial Team
Daruwaskita
EditorDaruwaskita
Follow Us