Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Air Menyusut, Warga Manfaatkan Telaga untuk Lahan Pertanian

Foto hanya ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Foto hanya ilustrasi. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Gunungkidul, IDN Times - Empat bulan tak turun hujan, ratusan telaga di Kabupaten Gunungkidul yang biasa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, mulai mengering.

Warga pun diminta lebih berhemat dalam menggunakan air bersih,  karena musim kemarau masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan.

1. 355 telaga yang ada airnya telah mengering‎

ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah
ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Kepala Bidang Pengairan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Kabupaten Gunungkidul, Taufik Aminudin mengatakan dari  hasil survei terdapat 355 telaga yang telah kering dari 460 telaga yang ada di Gunungkidul. 

Biasanya saat musim hujan 460 telaga mampu menampung 5.149.386,70 meter kubik air namun saat kemarau seperti saat ini hanya tersisa 1.119.368,70 meter kubik.

"Musim kemarau masih akan berlangsung beberapa bulan ke depan sehingga diperkirakan akan semakin banyak telaga yang mengering," katanya, Minggu (28/7).

2.Sejak tahun 2000 telaga mulai berubah fungsi‎

IDN Times/Humas Pemkab Kutim
IDN Times/Humas Pemkab Kutim

Sejak tahun 2000 fungsi telaga mulai bergeser seiring masuknya jaringan pipa air bersih milik PDAM. Sehingga telaga yang semula airnya digunakan untuk masak, minum atau mandi kini lebih banyak digunakan untuk kebutuhan mencuci dan memberi minum ternak.

"Meski hanya untuk mencuci dan memberi minum ternak, namun keberadaan telaga sangat penting apalagi ketika musim kemarau seperti saat ini," tuturnya.

3. Telaga dijadikan lahan pertanian oleh warga‎

Dok. IDN Times/ Istimewa
Dok. IDN Times/ Istimewa

Beberapa telaga yang debit airnya menyusut digunakan warga sebagai lahan pertanian. Namun alif fungsi ini tetap dilakukan warga saat musim hujan, Akibatnya telaga dapat digunakan untuk menampunng air huja. 

"Ada 27 telaga yang kini berubah menjadi lahan pertanian. Bahkan ada yang digunakan sebagai tempat untuk membangun sekolah seperti di telaga di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo," ujar Taufik.

4. Sebanyak 14 kecamatan mengalami kekeringan‎

IDN Times/Daruwaskita
IDN Times/Daruwaskita

Telaga yang telah beralih fungsi disayangkan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki. Menurutnya meski hanya digunakan untuk mencuci atau memberi minum ternak namun keberadaan telaga bisa meringankan beban masyarakat.

"Minimal beban membeli air untuk mencuci dan memberi minum ternak berkurang dengan adanya air dari telaga," ungkapnya.

Kekurangan air yang terjadi di Gunungkidul saat ini telah dirasakan warga yang berada di 14 kecamatan dengan jumlah sebanyak 127 ribu jiwa.

Share
Topics
Editorial Team
Daruwaskita
EditorDaruwaskita
Follow Us