IDN Times/Nindias Khalika
Terkait investasi BPKH, Anggito menerangkan bahwa pihaknya tengah menjajaki investasi langsung dengan pemerintah Arab Saudi, khususnya muasasah yang mengelola di area Arafah dan Mina, di bidang katering tahun ini.
“BPKH memiliki mandat untuk dapat melakukan investasi langsung sebesar 20% dari total kelolaannya. Prioritas kami investasi langsung di Arab Saudi dan hal ini sekaligus mengklarifikasi bahwa kami ada investasi infrastruktur saya kira itu tidak benar. Tahun ini insya Allah sudah menjajaki investasi langsung di Arab Saudi supaya bisa berkontribusi membangun pabrik katering,” ujarnya.
Ia mengatakan saat ini kerja sama di atas sudah mendekati tahapan persetujuan akhir atau closing deal. Katering untuk jemaah haji itu, menurut Anggito, nantinya berbentuk makanan siap saji yang bisa tahan satu tahun. Dari usaha ini, dividen yang diperoleh pemerintah Indonesia bakal sebesar 30% hingga 35%.
Selain jasa boga, Anggito juga menuturkan bahwa pihaknya berencana berinvestasi di bidang lain di Arab.
“Kami sudah membicarakan soal hotel di Madinah. Uniknya Mekah dan Madinah itu aset tidak boleh dimiliki warga asing. Mulai tahun ini, pemerintah Indonesia sudah bisa melakukan kontrak panjang, termasuk hotel, sehingga kami ingin berkongsi dengan orang Arab Saudi,” terangnya.