Begini Cara DPPKP Bantul Naikkan Populasi Sapi dan Kambing

Bantul, IDN Times - Untuk memenuhi kebutuhan kuliner di wilayah Bantul, setidaknya 500 ekor kambing harus dipotong setiap harinya. Agar pasokan daging kambing tetap terjaga, para pedagang harus mendatangkan kambing dari luar Kabupaten Bantul seperti dari wilayah Jawa Tengah.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan populasi kambing dan sapi.
1. DPPKP gratiskan inseminasi buatan untuk 2500 ekor kambing

Kepala DPPKP Bantul, Pulung Hariyadi mengatakan pertumbuhan populasi kambing di Bantul bisa dipercepat lewat inseminasi buatan. Pada tahun 2019 ini, pihaknya menargetkan inseminasi buatan untuk 2500 ekor kambing betina.
"Pemberian inseminasi buatan kepada kambing betina itu lebih sulit dibandingkan dengan inseminasi buatan pada sapi karena masa birahi pada kambing betina tidak mudah untuk diketahuinya dibandingkan dengan sapi," ucapnya, Kamis (25/7).
Inseminasi buatan tersebut, kata Pulung, tidak dipungut biaya. "2500 ekor kambing betina yang dilakukan inseminasi buatan tidak akan ditarik biaya alias gratis," terangnya.
2. Inseminasi buatan untuk sapi pada tahun 2019 ditargetkan mencapai 24 ribu ekor sapi

Pulung mengatakan DPKKP Bantul juga akan memberikan inseminasi buatan kepada sapi betina birahi secara gratis kepada 24 ribu ekor sapi betina. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan populasi sapi di Bantul dari 60 ribu menjadi 120 ribu ekor dalam jangka 5 tahun ke depan, sesuai target dari Kementerian Pertanian.
"Tahun 2018 kemarin, inseminasi buatan pada sapi betina telah berhasil sebanyak 19 ribu ekor dan pada tahun 2019 ini ditargetkan sebanyak 24 ribu ekor," ujarnya.
3. Harus ada pengawasan ketat penyembelihan sapi betina produktif

Menurut Pulung, inseminasi buatan dilakukan pada sapi betina berumur 2 tahun yang telah mengalami birahi. Tiga bulan setelah beranak, sapi tersebut akan kembali birahi dan proses inseminasi bisa diulangi. Dengan begitu, diharapkan populasi sapi di Bantul akan bertambah.
"Tentunya kita juga harus mengawasi secara ketat rumah penyembelihan hewan agar tidak menyembelih sapi betina produktif agar 'mesin produksi' anak sapi ini tidak berkurang," ungkapnya.
