Instagram.com/dhian_hardjodisastro
Di lereng Gunung Merapi, Haryono, warga Desa Pakembinangun, Sleman, juga merasakan gempa yang sama.
Setelah azan subuh, pria berusia 55 tahun tersebut bangun lebih dulu untuk memasak air buat keperluan minum dan mandi. Udara dingin khas dataran tinggi membuat kedua anaknya enggan mandi tanpa air panas jika hendak ke sekolah. Selesai merebus air, Haryono lantas membersihkan halaman rumah sementara istrinya yang juga sudah terjaga sibuk di dapur.
“Gempa terjadi saat saya sedang di luar, dekat pintu rumah dan sedang menyapu halaman. Saya lalu membangunkan kedua anak saya. Semua langsung keluar begitu gempa terjadi,” katanya.
Haryono mendapati rumahnya retak di satu-dua tempat. Tapi, ia bersyukur tidak ada kerusakan yang parah. Situasi di tempat tinggal Haryono usai gempa pun terkendali.
Tapi, suasana jalan di depan rumah pria bertubuh kurus itu ramai selang beberapa jam kemudian. Banyak warga berbondong-bondong menuju ke arah Kaliurang menggunakan mobil atau motor. Di arah sebaliknya, masyarakat yang tinggal di kawasan wisata Kaliurang justru hendak turun ke arah kota.