Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hanya 1 Orang yang Kembalikan Formulir Balon Bupati di DPC PDIP Sleman

IDN Times/Irfan Fathurohman
IDN Times/Irfan Fathurohman

Sleman, IDN Times - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sleman, Koeswanto mengungkapkan hingga saat ini baru ada 1 nama yang mengembalikan formulir sebagai balon bupati Sleman melalui DPC PDIP Sleman. Sedangkan 4 nama lainnya mendaftar sebagai balon wakil Bupati Sleman. 

Koeswanto menyebutkan, satu nama tersebut adalah Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Harda Kiswaya.

1. Harda Kiswaya ambil formulir calon bupati

Harda Kiswaya, Kepala BKAD Sleman. IDN Times/ Siti Umaiyah
Harda Kiswaya, Kepala BKAD Sleman. IDN Times/ Siti Umaiyah

Menurut Koeswanto, pengambilan formulir dapat dilakukan di dua tempat, yaitu DPC dan DPD.

"Kalau di PDI-P ada yang daftar melalui DPC ada yang DPD. Kalau yang lewat DPD kami tidak hafal sekitar 10, kami tidak tahu persis. Kalau di DPC itu cuma 4 untuk calon wakil bupati. Nama Supriyanto, Riyanto Kuncoro, Danang Maharsa, Raudi Akmal dari fraksi PAN. Untuk calon bupati ada 1, Harda Kiswaya," terangnya pada Rabu (8/1).

2. Nama-nama akan disetor ke DPP PDI-P

Dok.IDN Times/istimewa
Dok.IDN Times/istimewa

Menurut Koeswanto, nantinya nama-nama yang sudah mengambil formulir dan mengembalikan akan disetor ke DPP PDI-P. Di pusat nama-nama ini akan digodok, namun belum dapat dipastikan kapan surat rekomendasi akan turun. 

"Saya selaku Ketua Cabang belum dapat kabar apa-apa. Nanti keputusan instruksi DPP. Karena PDI-P instruksi satu pintu dari DPP. Petugas di bawah tinggal melaksanakan. Mau koalisi dengan siapa dengan partai apa itu nanti dibahas di DPP," jelasnya.

3. Kemungkinan koalisi dengan PAN

IDN Times/Irfan Fathurohman
IDN Times/Irfan Fathurohman

Ditanya mengenai kemungkinan PDI-P bakal berkoalisi dengan PAN di Pilkada Sleman 2020, Koeswanto mengatakan hal tersebut merupakan keputusan DPP. Pihaknya hanya menjalankan instruksi saja.

"Soal koalisi dengan PAN tergantung instruksi DPP. Mau koalisi dengan partai apa kami ikut. Karena pengurus di bawah harus ikut instruksi DPP. Untuk saat ini rekomendasi belum turun dari turun DPP," katanya. 

Share
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah
Follow Us