Sleman, IDN Times – Kemajuan teknologi yang banyak diakses anak-anak dengan media mata berakibat jumlah anak penderita kelainan refraksi mata berupa rabun jauh atau myopia terus meningkat (myopia booming).
Menurut dokter spesialis mata Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito, Profesor Suhardjo, rabun jauh berpotensi memicu risiko penyakit kelainan mata lainnya, seperti glaukoma, katarak, dan kelainan retina, seperti retina yang menipis sehingga mudah robek. Ketiga kelainan mata tersebut berpotensi menyebabkan kebutaan jika tidak dicegah dan diatasi sejak dini.
“Risiko terbesar pada rabun jauh yang minusnya di atas enam,” kata Suhardjo dalam temu media menjelang peringatan Hari Penglihatan Sedunia 2019 di Ruang Administrasi Gedung Bulat RSUP Sardjito di Sleman, Rabu, 9 Oktober 2019.