Ulama kelahiran Sumpurkudus, Sijunjung, Sumatera Barat itu berujar, aksi demonstrasi layaknya aksi protes pasca pengumuman hasil Pemilu bulan lalu sangatlah tidak perlu. Meskipun, ia menyadari hal semacam itu diperbolehkan.
"Jangan demo-demo lagi lah. Menurut saya demo-demo tidak ada gunanya itu. Menghabiskan energi, walaupun boleh. Tapi kalau sampai seperti 22 Mei, sampai ada yang mati itu gimana?" katanya saat dijumpai usai menjamu Menhan Ryamizard Ryacudu di kediamannya, Gamping, Sleman, Selasa (11/6).
Menurutnya, kasus meninggalnya para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pasca penyelenggaraan pemilu kemarin saja sudah merupakan hal menyedihkan. Jangan sampai diperburuk dengan jatuhnya korban lagi. "Nyawa orang itu penting," tegasnya.