Wilujengan Keraton Agung Sejagat di Purworejo. Dok. Tangkapan Layar Youtube Kudaku On Top
Selama 2 tahun, Hadi mengaku sering mengadakan rapat di Gunungkidul dan Yogyakarta. Namun biaya rapat dia tanggung seorang diri.
"Setiap rapat hanya dijanjikan akan mendapatkan uang terus menerus, namun dalam kenyataannya sama sekali tidak ada uang yang cair," ucapnya.
Merasa curiga dengan janji yang diucapkan Toto, Hadi mengaku keluar sebagai koordinator Gunungkidul (DEC) pada tahun 2018.
"Semua biaya operasional saya tanggung sendiri. Saya sampai jual tanah di Patuk untuk tombok biayanya karena kan saya ketua. Jadi mau gimana lagi," terangnya.
Ketika ditanya tentang penangkapan Toto Santosa, Hadi mengaku mengetahuinya dari media.
" Saya Tahu dari media soal penangkapannya. Dan merasa sangat senang sekali karena dia ditangkap, ya keplok-keplok (tepuk tangan)."