Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Perahu nelayan Pantai Baru terbalik dihantam gelombang pasang. IDN Times/Istimewa
Perahu nelayan Pantai Baru terbalik dihantam gelombang pasang. IDN Times/Istimewa

Bantul, IDN Times - Tingginya gelombang Laut Selatan, Bantul kembali mengakibatkan sebuah perahu nelayan terbalik.

Perahu jukung milik nelayan terbalik dihantam gelombang pada Sabtu (7/12), saat berangkat melaut, beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

1. Perahu nelayan terbalik saat akan berangkat melaut‎

Perahu nelayan terbalik dihantam gelombang pasang di Pantai Baru.IDN Times/Istimewa

Sekretaris Tim Sar Wilayah IV, Pantai Baru, Nugroho mengatakan peristiwa nahas yang menimpa perahu Palwa Guna yang dinahkodai oleh Depi (27) dan anak buah kapal (ABK) Febru (27) yang hendak berangkat melaut dari bibir pantai.

"Saat perahu sudah berada di laut tak jauh dari pantai tiba-tiba gelombang pasang datang dan langsung menerjang kapal dan langsung terbalik," katanya.

2. Nahkoda dan ABK berhasil diselamatkan‎

Ilustrasi evakuasi perahu di bibir pantai. IDN Times/Humas Basarnas Yogya

Melihat adanya kejadian perahu terbalik, para tukang dorong perahu dan anggota SAR langsung memberikan pertolongan. Nakhoda dan awak kapal berhasil diselamatkan dan langsung dievakuasi.

"Perahu berhasil ditarik ke daratan namun katir perahu patah," ujarnya.

3. Pada tanggal 3 Desember 2019, perahu nelayan juga terbalik dihantam gelombang‎

Perahu nelayan di Pantai Baru terbalik diterjang gelombang. IDN Times/Istimewa

Nugroho mengatakan peristiwa perahu nelayan terbalik dalam kurun waktu minggu terakhir terjadi 2 kali. Pertama, perahu nelayan yang baru melaut mendadak mengalami mesin mati sehingga perahu diterjang gelombang dan terbalik pada tanggal 3 Desember 2019 yang lalu.

Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, nakhoda dan awak kapal berhasil diselamatkan meski alat tangkap hilang dan katir pada perahu patah.

"Kejadian perahu terbalik awal bulan Desember juga tidak ada korban," ungkapnya.

Editorial Team