Suroto menjelaskan untuk biaya operasional mulai dari persiapan membuat lahan, pembelian bibit hingga obat insektisida, untuk 1 hektar lahan membutuhkan biaya Rp90 juta. Biasanya biasanya menghasilkan sekitar 13 ton bawang merah.
Jika harga bawang merah masih di tingkat penegepul dihargai Rp10 ribu per kilogram, Suroto mengaku petani masih untung, walaupun hanya Rp3ribu untuk per kilogramnya.
"Kalau harga bawang merah Rp7 ribu petani masih bisa menjual Rp 91 juta, sedangkan biaya total Rp 90 juta sehingga hanya untung Rp 1 juta. Tapi itu gakbisa disebut untung, karema belum termasuk bayaran tenaga yang memelihara tanaman belum diitung. Tidak rugi, untung juga gak ada. Impas," ungkapnya.
Hal yang sama disampaikan Slamet petani bawang merah di lahan pasir. Panen tahun ini selain harga turun petani juga harus melawan serangan ulat.
"Ya cuma sedikit untungnya kalau dibeli Rp10 ribu per kilonya. Dibandingkan saat harga bawang merah dihargai Rp16 ribu atau Rp17 ribu per kilogramnya," katanya.
Saat ini tanaman bawang berumur 1-1,5 bulan. Artinya 1 bulan lagi akan ada panen raya bawang merah di Bantul.
Petani pun berharap mereka tidak mengalami kerugian.