Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Twitter.com/BPPTKG
Twitter.com/BPPTKG

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi mengalami erupsi pada pukul 10.46 WIB, Minggu (17/11) pagi ini dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 1 kilometer di atas puncak atau 1000 meter di atas permukaan laut.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan bahwa kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat. Erupsi ini tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 155 detik.

Letusan Gunung Merapi pada Minggu 17 November 2019 Dok. Istimewa/BPPTKG

Menyusul kejadian itu, BPPTKG merilis lima rekomendasi melalui situs resmi magma.esdm.go.id. Lima rekomendasi penting tersebut ialah sebagai berikut:

  1. Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.
  2. Area dalam radius 3 km dari puncak G. Merapi agar tidak ada aktivitas manusia.
  3. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.
  4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak G. Merapi.
  5. Informasi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz, melalui telepon (0274) 514180/514192, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG (facebook: infobpptkg, twiter: @bpptkg).

Editorial Team