Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pemungutan Suara Ulang Berlangsung Kondusif

IDN Times/Nindias Khalika
IDN Times/Nindias Khalika

Sleman, IDN Times - Pemungutan suara ulang (PSU)  di TPS 52 Kelurahan Caturtunggal, Sleman pada Rabu (24/4) berlangsung aman. Menurut Ketua KPPS di TPS 52 Imam Basuki, terdapat 268 pemilih di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan 20 Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) yang diundang kembali untuk memilih calon presiden dan wakil presiden.

1. Diulang karena ada pemilih mencoblos tanpa blanko A5

IDN Times/Nindias Khalika
IDN Times/Nindias Khalika

Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Sleman Indah Sri Wulandari  mengatakan PSU mesti dilakukan karena terdapat 22 pemilih dengan KTP elektronik luar provinsi dan tak terdaftar DPT yang mencoblos pada Rabu (17/4) lalu.

"Mereka juga tidak membawa blanko A5. Padahal yang bisa mencoblos dengan hanya membawa E-KTP adalah pemilih setempat, tidak masuk DPT, tapi menggunakan hak pilih di TPS sesuai dengan KTP," katanya.

2. Terjadi karena kewalahan

IDN Times/Nindias Khalika
IDN Times/Nindias Khalika

Imam Basuki, di sisi lain, menjelaskan kejadian di atas terjadi karena pihaknya kewalahan dan panik ketika didatangi pemilih DPTb, DPK, maupun mereka yang berasal dari luar kota tapi ingin mencoblos dengan KTP elektronik.

"Jumlahnya mencapai 200 orang. TPS di sini penuh. Mereka datang tepat jam 12 siang, langsung menyerbu ke sini," ujarnya.

Gara-gara hal ini, dirinya mengaku bahwa petugas di TPS 52 meloloskan pemilih dengan kriteria seperti yang disebutkan Indah pada Pemilu 2019 lalu.

"Dari awal kita sudah bilang E-KTP luar tak bisa nyoblos. Jadi E-KTP lokal yang diterima. Mungkin karena kecapekan dan sebagainya jadi diloloskan padahal ada yang bawa A5 yang harusnya nyoblos dulu," jelasnya.

Total ada 20 DPTb yang sebarusnya mencoblos di TPS 52. Namun akhirnya hanya enam orang yang menggunakan hak pilih.

3. Berjalan kondusif

Unsplash.com/Element5 Digital
Unsplash.com/Element5 Digital

Karena kejadian di TPS 52 pada Rabu minggu lalu, Indah pun bertugas untuk mengawasi langsung pelaksanaan PSU sejak mulai hingga selesai.

"Saya datang jam setengah 7 pagi. Tadi mengawasi pengantaran logistik dari rumah Pak Dukuh ke TPS. Logistik datang Selasa malam dan setelah dicek tidak ada surat suara yang rusak," terangnya.

Indah mengatakan PSU berlangsung kondusif hingga siang. "Masyarakat paham kenapa PSU mesti diadakan. Kendalanya, ya, karena hari ini hari kerja. Tapi kami sudah buatkan surat dispensasi bagi yang bekerja tapi mesti memilih," katanya.

Share
Topics
Editorial Team
Nindias Khalika
EditorNindias Khalika
Follow Us

Latest News Jogja

See More

Jogja Menggelar Festival Bertema Budaya Nusantara

23 Jan 2026, 12:41 WIBNews