Sementara istri mendiang M Yamin, Yuni Satya Rahayu, mengatakan sampai detik ini dia sama sekali tidak bisa melupakan sang suami meski sudah 100 hari berpulang.
"Kita baru saja memperingati perkawinan ke-25 tahun, namun belum lama Tuhan berkendak lain," ujarnya sambil terisak.
Mantan Wakil Bupati Sleman ini juga bercerita bagaimana orang tuanya dulu masih sangsi ketika ia dinikahi orang Palembang yang beda suku.
"Saya bilang sama orang tua saya, Mas Yamin bisa bertanggung jawab," ucapnya.
Wanita yang akrab disapa Neni ini mengaku sebelum pulang ke pangkuan Ilahi, sang suami justru memanfaatkan waktu istirahatnya untuk memperhatikan motor dan mobil tua kesayangannya.
"Kalau saya waktu istirahat itu ya tidur namun Mas Yamin kalau waktu istirahat justru bener-benerin motor dan mobil tuanya. Karena itu memang hobinya dari muda," tuturnya.
Diakhir testimoninya, Yuni mengaku kini hidup bertiga dengan dua anaknya yang sudah menginjak dewasa tetap berharap diberi ketabahan, kesehatan dan saling mendukung ibu dengan anak.
"Harapan saya semoga saya dan anak saya selalu saling mendukung karena kita hanya tinggal bertiga saja sekarang," ungkapnya.
Seperti diketahui M. Yamin meninggal dunia akibat serangan jantung dalam perjalanan menuju Yogyakarta, tepatnya di Majalengka Jawa Barat pada 22 Maret 2019. Mendiang M. Yamin sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong. M. Yamin menghembuskan nafas terakhirnya sebelum menghadiri acara deklarasi Alumni Jogja Satukan Indonesia yang dihadiri oleh Joko Widodo di Lapangan Kridosono Yogyakarta pada 23 Maret 2019.