Permintaan Meningkat, Harga Cabai dan Daging di Sleman Naik

Sleman, IDN Times - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga cabai dan daging di sejumlah pasar yang ada di Sleman mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut salah satunya dilatarbelakangi adanya permintaan yang meningkat.
1. Harga cabai naik 10 persen

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Haris Martapa, menjelaskan untuk harga cabai mengalami kenaikan sebesar 10 persen. Dari yang awalnya Rp28.000 per kilogram menjadi Rp30.500 per kilogram. Sedangkan untuk harga daging sapi super, juga mengalami kenaikan dari awalnya Rp120.000 menjadi Rp140.000.
"Jadi di Sleman ada 6 pasar besar yang melaporkan ke TPID. Harga Sleman relatif stabil. Ada kenaikan cabai 10 persen. Tapi kalau untuk terigu di pasar tradisional turun. Sedangkan harga lainnya stabil," terangnya.
2. Momen Nataru, kecenderungan kenaikan harga terjadi pada pertengahan Desember

Asisten Perekonomian, Pembangunan Setda DIY, Tri Saktiana, menjelaskan pada momen Nataru, ada kecenderungan kenaikan harga pada pertengahan bulan Desember. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Baik di pasar tradisional maupun modern.
"Kita tunggu 4 atau 5 hari lagi. Kenaikan Nataru diperkirakan peak itu Desember pertengahan. Tapi ini masih stabil. Kalau untuk stok di seluruh DIY masih aman. Kalau dari TPID DIY sudah lakukan pantauan ke 4 Kabupaten/Kota," terangnya.
3. Operasi pasar belum akan digelar

Tri menjelaskan sementara untuk operasi pasar belum akan dilakukan. Pasalnya operasi pasar baru dilakukan ketika ada dinamisasi harga yang luar biasa. Namun, operasi tersebut juga hanya untuk kebutuhan yang memiliki HET (Harga Eceran Tertinggi), seperti beras, gula, maupun minyak goreng.
"Kalau tidak ada, kami biarkan mekanisme pasar, misalnya cabai. Karena bukan strategis, buat pedas-pedas saja. Kita akan operasi pasar jika ada dinamisasi harga yang luar biasa, tapi khusus jenis-jenis yang ada HET-nya," ungkapnya.