Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Times/Daruwaskita
IDN Times/Daruwaskita

Bantul, IDN Times - Slamet dan warga non muslim yang dilarang tinggal di Dusun Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta belum putuskan akan menetap atau pindah. Namun saat ini mereka mengaku telah bernapas lega karena aturan diskriminatif telah dicabut.

Lalu, apakah Slamet dan keluarganya akan tetap tinggal di rumah kontrakan atau pindah? 

1. Akan menenangkan pikiran sebelum ambil putusan pindah atau bertahan

IDN Times/Daruwaskita

Kepada awak media ketika mengunjungi rumah kontrakannya di Dusun Karet, Slamet mengatakan saat ini keluarganya masih ingin menata pikiran sembari berkarya.

"Misalnya tinggal dulu selama 6 bulan atau sampai selesai kontrakan tergantung dari anak dan istri saya," kata Slamet, Kamis (4/4).

2. Banyak pihak yang tawarkan rumah kontrakkan‎

IDN Times/Daruwaskita

Slamet mengaku saat ini banyak pihak yang telah menawarkan rumah kontrakan baru, namun lokasi rumah yang ditawarkan jauh dari tempat sekolah sehingga tidak diambil.

"Rumah kontrakan jauh dari tempat anak saya sekolah sehingga tidak saya iyakan,"ucapnya.

3. Meski ada aturan dusun, tetangga sangat baik‎

IDN Times/istimewa

Tetangga jelas Slamet semuanya baik dan menerima dirinya tinggal di Dusun Karet meski pada saat itu ada aturan dusun yang melarang non muslim tinggal di Dusun Karet.‎

"Saya sekarang bersyukur karena aturan yang menolak non muslim tinggal di Dusun Karet sudah dicabut,"ujar Slamet.‎

Editorial Team