Mengenal Aplikasi Teknologi Nuklir Lewat NEXPO 2019

Sleman, IDN Times - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bekerja sama dengan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI) menggelar Indonesia Nuclear Expo (NEXPO) 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Jumat (6/9).
Mengusung tema Encouraging Application of Nucelar Science, Technology, Innovation and Human Resources Development Towards Prosperous Indonesia, NEXPO 2019 bertujuan untuk mengenalkan aplikasi teknologi nuklir kepada masyarakat.
1. Masyarakat bisa mengetahui berbagai aplikasi teknologi nuklir

Kepala BATAN, Anhar Riza Antariksawan mengatakan melalui kegiatan ini, diharapkan banyak masyarakat yang mengetahui manfaat teknologi nuklir untuk kesejahteraan manusia.
"Harapannya banyak masyarakat mengetahui aplikasi iptek nuklir di berbagai bidang, khususnya aplikasi di bidang non energi," ujar Anhar.
Selain itu, lewat penyelenggaraan Indonesia NEXPO 2019 ini, diharapkan BATAN mampu meningkatkan keterlibatan para pemangku kepentingan di berbagai bidang. Keterlibatan ini tercermin dari rangkaian kegiatan yang melibatkan para pemangku kepentingan yang mengikuti Indonesia NEXPO 2019, antara lain aplikasi berkas neutron, radiografi, radiasi untuk polimer, akselerator dan aplikasinya termasuk aplikasi mesin berkas elektron (MBE) untuk mendukung pewarnaan batik dengan bahan alam.
2. Teknologi nuklir telah dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan

Penanggung jawab kegiatan, Edy Giri Rachman Putra mengatakan, Indonesia NEXPO 2019 merupakan kegiatan yang mengenalkan hasil litbang unggulan BATAN kepada masyarakat.
"Ini merupakan kegiatan yang mensinergikan kegiatan unggulan dari beberapa satuan kerja di BATAN bekerja sama dengan Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI)," kata Edy Giri.
Menurutnya, teknologi nuklir saat ini telah dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia, di antaranya pertanian, kesehatan, industri, dan lingkungan. Khususnya di bidang kedokteran, aplikasi teknologi nuklir dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaaan diagnostik dan terapi yang memiliki keunggulan lebih dibanding pengobatan konvensional.
"Kegiatan ini membahas berbagai aplikasi teknologi nuklir utamanya adalah kedokteran nuklir, peningkatan kualitas SDM nuklir yang profesional, dan menguatkan jalinan kerja sama antara Persatuan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI), BATAN dan (stakeholder) pemangku kepentingan lainnya dalam membangun industri nuklir di Indonesia," tambahnya.
Selain itu, di bidang kimia, tambah Edy Giri, aplikasi iptek nuklir digunakan untuk melakukan analisis unsur, titrasi radiometri, nuclear dating serta analisis radioaktivitas lingkungan. Aplikasi di bidang kimia ini banyak dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya perguruan tinggi dan lembaga penelitian.
3. Membuka peluang mendapatkan informasi terbaru terkait aplikasi iptek nuklir

Indonesia NEXPO 2019 menurut Edy Giri menjadi forum yang menarik karena mempertemukan para pakar di bidang nuklir, kedokteran, pertanian, profesional di bidang nuklir serta masyarakat umum dan khususnya generasi muda (komunitas muda nuklir Indonesia).
"Pertemuan ini dapat membuka peluang untuk mendapatkan informasi terbaru hasil penelitian dan inovasi terkait dengan aplikasi iptek nuklir melalui sharing dalam forum, pameran produk dan kegiatan lainnya," tutur Edy Giri.
4. NEXPO 2019 diikuti ratusan peserta dari dosen, dokter, peneliti hingga masyarakat

Indonesia NEXPO 2019 merupakan rangkaian kegiatan yang berlangsung mulai 2 - 7 September 2019 di Serpong Banten, dan Yogyakarta mencakup BATAN Accelerator School oleh Pusat Sains dan Teknologi Akselerator (PSTA), Forum for Nuclear Cooperation Asia (FNCA) yang diselenggarakan Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Nucelar Quality Expo 2019 oleh Pusat Standarisasi Mutu Nuklir (PSMN), Seminar Ilmiah Internasional yang diselenggarakan bersama antara Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir (STTN), Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTMB), dan Pusat Sains dan Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT), Nuclear Youth Summit oleh Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), serta Perhimpunan Kedokteran Nuklir Indonesia (PKNI).
Puncak kegiatan Indonesia NEXPO 2019 berlangsung pada tanggal 6 - 7 September 2019 di Hotel Royal Ambarrukmo, yang dihadiri sekitar 600 dari kalangan dosen, mahasiswa, peneliti, dokter, praktisi kesehatan, praktisi iptek nuklir, birokrat, industri dan masyarakat.